Log in or sign up


USER:
PASS:

Selamat Datang Di Mayapala.com situs ini merupakan media komunikasi dan informasi antar anggota Mayapala pada khususnya dan mapala pada umumnya, silahkan registrasi (signup) terlebih dahulu untuk dapat menikmati semua fasilitas yang ada dalam situs ini. id anda akan aktif setelah anda menerima email balasan dari kami. saran kritik serta masukan buat web ini, dapat di sampaikan ke mayapala_amikom[at]yahoo[dot]com

terimakasih

-admin-
Monday 25 May 2009
 
 
Panjat Tebing Mayapala Bangkit Kembali
LEMOD.jpg

Selama beberapa hari ini kampus tetangga kita, UPN VETERAN Yogyakarta sedang disibukkan oleh lomba panjat tebing dalam rangka Pekan Olahraga Mahasiswa Daerah (POMDA) DIY Cabang Panjat Tebing, yang diikuti oleh mahasiswa-mahasiswa dari berbagai kampus di seluruh DIY . Mereka didaulat oleh BAPOMI sebagai tuan rumah kegiatan tersebut yang dilaksanakan dari tgl 14 -15 mei 2009. Ada 4 kategori yang diperebutkan, yaitu Lead Umum Putra, Lead Umum Putri, Speed Umum Putra, dan Speed Umum Putri.

Tak mau ketinggalan dengan kampus-kampus lain, STIMIK Amikom menurunkan delapan delegasinya dalam beberapa kategori pada POMDA panjat tebing kali ini, Yakni tujuh atlet dari mayapala dan 1 atlet dari Amikom. Dalam kategori Lead Umum Putra yaitu Herman (mencret), Evans Fuad (temon), Tetuko Firmansyah (butat), Radika Purwanto (upil), dan M Riza iskaq. Kategori Lead Umum Putri oleh Juria (bledug), dan Ayu Wahyuni (tabo’). Dan kategori Speed Umum Putra diwakili oleh Tri Margono (Lemod).


Seluruh peserta berlaga semaksimal mungkin untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Begitu pula dengan para delegasi dari Amikom, seakan tak mau kalah dengan peserta yang lain mereka pun mengerahkan seluruh kemampuan mereka agar bisa mengharumkan nama STIMIK Amikom. Dan usaha mereka terbukti, dari kedelapan delegasi tersebut 7 orang berhasil masuk semifinal, tetapi hanya 4 orang yang berhasil masuk final dan bertanding keesokan harinya.


Pertandingan babak final pada tabggal 15 mei 2009 yang dimulai dari pukul 13.00 hingga pukul 18.00 berlangsung sangat sengit. Pada kategori Speed Umum Putra memperebutkan medali perunggu terjadi pertarungan yang amat sengit antara Mukti Wibowo (banteng) dari UPN Veteran dengan Tri Margono (lemood) dari STIMIK Amikom. Dan akhirnya medali perunggu pun berhasil direbut oleh Tri Margono dari sang tuan rumah. Sedangkan pada kategori Lead Umum Putra M Riza Iskaq barhasil menyumbangkan medali perak kepada kampus kita tercinta setelah mengalahkan delapan orang lawannya .


Selamat atas kemenangnya dan terima kasih telah mengharumkan nama STIMIK Amikom Yogyakarta. Jangan cepat merasa puas, perjuangan kalian masih panjang. Palembang menanti kedatangan kalian untuk memeriahkan POMNAS. Kepada para atlet yang lain jangan patah semangat dan terus berusaha. Kegagalan bukan akhir segalanya, melainkan keberhasilan yang tertunda. Jadikan pengalaman ini sebagai guru yang paling berharga. Terus berjuang dan salam ngotot!!!

By. Niianamomodd

Foto - foto pertandingan >>  Klik Disini


Posted by mayapala on Monday 25 May 2009 - 01:16:50 | Comments: 0  |  email to someone printer friendly create pdf of this news item
 
 
 
Saturday 14 March 2009
 
 
MENTARI WALL CLIMBING COMPETITION 2009
Setelah berbulan bulan lamanya berlatih keras bagaikan kera Haha….
manjat sini manjat sana akhirnya tiba saatnya buat ngukur kemampuan dari para pemanjat Mayapala yaitu mengadu otak, otot dan nasibnya di Kejuaraan Tingkat nasional MENTARI Wall Climbing Competition 2009 di kampus UMM Magelang Jawa Tengah.

Seiring tumbuh dan berkembangnya Mayapala, jumlah pemanjatnya pun sekarang sudah banyak, kuantitas sudah cukup dan sekarang saatnya meningkatkan kualitas, maka  saya selaku Kepala Bidang Profesi di Mayapala ini hehe…. mengadakan seleksi, karena dalam lomba panjat tersebut mayapala hanya mendelegasikan 4 atlet untuk mengikuti kejuaraan tingkat nasional tersebut. Seleksi lomba diadakan pada hari Selasa 03 Maret 2009 di Wall Climbing UPN Yoyakarta dan di ikuti oleh 6 peserta, acara tersebut juga sekaligus sebagai try out kompetisi untuk pemanjat itu sendiri, dan untuk melatih mental agar para pemajat Mayapala bermental sang juara. Seleksi  berlangsung sangat ketat karena rata – rata kemampuanya hapir sama, dan akhirnya terpilihlah 4 orang yaitu Lemood, Butat, cemplee dan Temon untuk dikirim lomba pada tanggal 09 – 10 maret 2009 di kampus II UMM Magelang.
 
as.jpg
Foto:  seleksi competisi di wall upn

Minggu 8 Maret 2009 dengan semangat yang membara kami (Cemplee, Lemmod) berangkat lebih dulu ke kampus 1 UMM Magelang untuk mengikuti Technical Meeting, ee.. sesampainya disana teryata sang Ketum ( mencret ) telah duluan nangkring and daftarin ulang kami and sekalian udah di undiin nomor pemanjatanya. Jumlah keseluruhan  peserta yang mengikuti MWCC adalah 170 orang putra dan putri, dan ternyata ada salah seorang dari kami yang beruntung berkesempatan mendapatkan nomor pemanjatan 1 yaitu Cemplee… huhuuuu….. pasti tau sendiri betapa heboohnya waktu itu  kalo udah kenal yang namanya cemplee hehe…
Akhirnya malam pun tiba,  kami beristirahat di penginapan yang sudah di sediakan oleh panitia. Sekiranya tengah malam merekapun tiba, dua atlet ( Temon, Butat ) dan dua official ( keling, Sengsu ) yang nyusul dari Jogjah malam – malam naek motor yang gak ada lampunya, Nekad beet yak….?!
Malam berganti pagi akhirnya buka tutup karantina dimulai jam 08.00 WIB dan kami mulai terisolasi. Tibalah saatnya orientasi medan yang dibagi menjadi dua cloter, karena dirasa tempat ormed tidak memungkinkan untuk 170 orang peserta sekaligus.

za.jpg
Foto: Suasana lomba

Waktu yang diberikan untuk Orientasi medan adalah 5 menit, untuk itu para peserta harus teliti melihat jalur yang telah dibuat oleh para juri. Akhirnya waktu ormed pun usai dan tibalah saat pemanjatan, juri segera mengumumkan peserta pertama yaitu, “Ibnul Mubarak dari MAYAPALA AMIKOM Yogyakarta”… keren hehe… Sedangkan  kami dan peserta yang lain menuju karantina lagi menunggu giliran memanjat.   Cloter demi cloter mulai di panggil untuk transit dan satu demi satu peserta mulai menunjukan kemampuan memanjatnya, pemanjatan berakhir sekitar pukul 22.00 WIB karena jumlah pemanjat yang banyak akhirnya sampai malam baru selesai babak kualifikasinya, babak semi final diambil 26 dan final 8 orang. Setelah lama menunggu, alhasil maaf segala maaf mungkin belum saatnya, dan mungkin nasib belum berpihak kepada kami, otot belum kuat otakpun masih paspasan karena kami nggak ada yang masuk ke babak semi final, dengan peringkat yang diperoleh  yaitu : 34 (lemoot), 50 (cemplee), 50 ( Butat ), 64 ( Temon ). Dengan hasil yang seperti itu maka kami dapat melihat dan mengintrospeksi diri bahwa kemampuan yang kita latih selama ini belum maksimal dan belum serius, tapi kami tidak berkecil hati karena semua itu dapat kita latih dan persiapkan lebih awal lagi.
Syukur Alhamdulilah kami panjatkan karena kami dapat menyelesaikan lomba dengan selamat dan membuat kami semakin bertambah ilmu, mental, pengalaman dan kaos hehe…. Insya Allah kami akan tambah semangat dan giat berlatih lagi, lagi dan…lagi.

Hasil Babak Penyisihan >>
Dokumentasi lomba >>

By Lemood
                              



Posted by mayapala on Saturday 14 March 2009 - 06:57:58 | Comments: 0  |  email to someone printer friendly create pdf of this news item
 
 
 
Thursday 19 February 2009
 
 
Lima Gunung Api Aktif Diawasi Aktivitasnya
b.jpg.jpgBANDUNG, JUMAT - Pengawasan terhadap lima gunung api di Sulawesi ditingkatkan menyusul gempa bumi berkekuatan 7,4 SR yang diikuti rangkaian gempa lainnya di Kepulauan Talaud, Sulawesi. Kelima gunung api yang mendapat pengawasan intensif itu adalah Gunung Lokon, Karangetang, Ruang, Awu, dan Gunung Soputan."Gempa dikuatirkan mengocok kantung magma sehingga meningkatkan aktivitas vulkanik gunung itu. Namun hingga kini belum ada yang mengalami kenaikan status," kata Kepala Bidang Pengawasan Gunung Api Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi, Hendrasto di Bandung, Jumat (13/2).

Dari kelima gunung api di kawasan gempa itu. tercatat Gunung Karangetang dengan status aktivitas tertinggi yakni Siaga (Level III). Gunung Lokon dan Soputan waspada (level II) sedangkan Gunung Ruang dan Awu aktif normal.

Menurut Hendrasto, serangkaian gempa masih terjadi di kawasan itu. Berdasarkan pantaian seismograf di Posko Pengawasan kelima gunung api itu, melaporkan getaran gempa terekam lebih dari 170 kali gempa, 30 gempa diantaranya goyangannya terasa.

"Peningkatan pengawasan gunung api itu dilakukan dalam beberapa hari ke depan, seismograf dan aktivitas gunung secara visual juga terus dipantau," kata Hendrasto.

Biasanya, kata dia dampak gempa bumi yang terus menerus baru dirasakan setelah beberapa hari kemudian seperti gelembung-gelembung udara minuman bersoda yang naik ke permukaan. Meski demikian, ia mengimbau warga di sekitar kawasan gunung api itu tetap tenang dan tidak terpancing isu-isu yang menyesatkan terkait aktivitas gunung api itu.

"Sekali digoyang mungkin tidak bereaksi, kalau dikocok atau digoyang terus menerus kan bereaksi ke atas, kantung magma juga sama seperti itu. Bila terus digoyang kantung Magma bisa menekan energinya ke kawah gunung api," jelas Hendrasto.

Saat ini, ada tujuh belas gunung api yang mendapat pengawasan intensif PVMBG karena aktivitasnya siaga dan waspada. Dua gunung api berstatus Siaga (Level III) yakni Gunung Karangetang dan Gunung Ibu. Sedangkan 15 gunung api lainnya berstatus waspada (level II) yakni Gunung Dempo, Soputan, Dukono, Anak Krakatau, Semeru, Lewotobi, Egon, Gamalama, Papandayan, Lokon, Talang, Kelud, Kerinci, Gamkonora, dan Gunung Bromo.
WAH
Sumber : Antara

Posted by mayapala on Thursday 19 February 2009 - 00:12:53 | Comments: 0  |  email to someone printer friendly create pdf of this news item
 
 
 
Go to page  [1] 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Render time: 0.0922 sec, 0.0064 of that for queries.